TRENGGALEK, Suaraindonesia.co.id - Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek pegang teguh pasal 34 ayat 1 Undang-undang Dasar (UUD) 1945, Fakir Miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Hal itu dibuktikan dengan digelarnya launching program dapur cinta.
Program tersebut dalam rangka mendukung cita-cita pemerintah dalam upaya menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem. Dalam program tersebut telah di sediakan anggaran sekitar Rp. 4,5 hingga Rp. 5,5 miliar.
Ketua TP PKK Trenggalek Novita Hardini menyampaikan, bahwa ini merupakan pengembangan dari program Masak Sareng Sama (SMS) Bu Novita, dapur cinta hadir lebih kepada upayanya membantu pemerintah mewujudkan amanah Undang-undang.
"Dimana sesuai dengan Pasal 34 ayat 1 Undang-undang Dasar (UUD) 1945, Fakir Miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara," ungkapnya, Rabu (05/07/2023).
Diterangkan Novita program ini akan hadir di setiap Desa, nantinya dapur cinta akan menjadi sarana pemerintah menyediakan makanan bergizi kepada masyarakat miskin.
Semua akan sama-sama membantu menyukseskan program dan visi misi Bupati Trenggalek untuk menurunkan angka stunting dan angka kemiskinan ekstrem yang mana separuh dari populasinya itu adalah perempuan dan anak.
"Saya menggunakan berbagai macam program, diantaranya menekan angka perkawinan anak dan anak stunting," ucap Bupati saat menggelar program di Desa Sukowetan.
Diimbuhkan Novita, kemiskinan ekstrem akan dikurangi melalui pendekatan SMS (Sareng Masak Sama) Bu Novita. Kemudian program ini disempurnakan lagi dalam satu program yang namanya Dapur Cinta.
Dapur Cinta ini, kata dia, dihadirkan karena memang harus benar-benar hadir untuk masyarakat, benar-benar menyampaikan hajat hidup orang itu menjadi tanggungan pemerintah.
Pihaknya berharap dari apa yang disampaikan hari ini, bisa menjadi satu solusi untuk penekanan angka stunting di Kabupaten Trenggalek.
"Pos dapur umumnya ada di setiap desa. Pertama kami menyediakan resep resep, untuk di bagikan kepada masyarakat," terangnya.
Lanjut Novita, resep yang telah disediakan akan di sebar di masing-masing dapur umum yang menjadi panduan menu-menu apa saja yang akan dibagikan kepada masyarakat.
Kemudian ada pendanaan yang bersumber dari APBD utamanya dari Dinas Kesehatan kurang lebih sebesar Rp. 4,5 hingga Rp. 5,5 miliar yang digunakan untuk memproduksi dapur cinta di setiap desa.
Meskipun angkanya yang cukup besar, namun Bupati Trenggalek yang ikut dalam peluncuran program ini tetap mengajak peran serta masyarakat. Makanya butuh dukungan berbagai pihak dan kerjasama dan dukungan berbagai pihak untuk bisa memberikan bantuan makanan bergizi bagi masyarakat.
"Terutama yang berada di kemiskinan ekstrem dan lebih-lebih balita stunting. Termasuk ibu yang hamil dan juga menyusui," tutup Novita. (Adv)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Wahyu Asmoro |
| Editor | : Satria Galih Saputra |
Komentar & Reaksi