SUARA INDONESIA TRENGGALEK

Peringati Isra'Mi'raj, Pemkab Trenggalek Gelar Vidcon Bersama Gus Miftah

Wahyu Asmoro - 24 March 2021 | 15:03
Pemerintahan Peringati Isra'Mi'raj, Pemkab Trenggalek Gelar Vidcon Bersama Gus Miftah
Vidcon bersama Gus Miftah

TRENGGALEK - Peringati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Pemerintah Kabupaten Trengggalek menggelar ngaji bareng bersama pengasuh Ponpes Ora Aji Sleman Yogyakarta, KH. Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah).

Dihadiri Bupati Trenggalek bersama seluruh jajaran Forkopimda, pelaksanaan dilakukan secara virtual bertempat di smart center Pendopo Manggala Praja Nugraha, Rabu (24/3/2021).

Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin usai pelaksanaan menjelaskan, Isra' Mi'raj merupakan peristiwa penting yang dialami oleh Rasulullah SAW yang secara logika mungkin sulit diterima. 

"Akan tetapi dengan campur tangan Allah SWT, tidak ada satu hal pun di dunia ini yang tidak mungkin," kata Gus Ipin.

Bupati muda itu juga menuturkan, Islam merupakan agama yang logis, di saat banyak orang-orang yang mungkin membenci Islam atau menertawakan kejadian Isra’ Mi’raj sebagai sesuatu yang mustahil.

"Meskipun demikian, kita yang punya iman ini sadar betul bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT,” tegasnya.

Gus Ipin juga menerangkan, jika melihat sejarah Isra’ Mi’raj terjadi di saat Nabi Muhammad sedang dalam periode salah satu yang terpuruk karena kehilangan banyak orang-orang terkasihi.

Bahkan yang sekarang juga dirasakan bahwa seluruh bangsa kita terpuruk karena wabah Covid-19. Jadi bagiamana caranya bisa mengambil hikmah bahwa kasih sayang Allah, rahman rahim Allah itu lebih besar dari apapun juga.

Sementara itu, disampaikan oleh Gus Miftah bahwa dalam menyikapi situasi pandemi saat ini dapat melihat optimisme yang dibangun oleh para Nabi. 

"Nabi dan Rasul menjadi orang-orang yang luar biasa karena berhasil lulus dari ujian yang diberikan oleh Allah SWT," ucapnya.

Bahkan para Nabi dan Rasul bukan menganggap ujian sebagai musibah, tetapi sebagai bentuk kasih sayang Allah SWT. Maka kemudian ketika hamba diuji seharusnya berhusnudzon kepada Allah, bukan sebaliknya.

“Ketika kemudian dikasih masalah oleh Allah, jangan fokus kepada masalahnya, tetapi fokuslah kepada sang pemberi masalah. Siapa, yakni  Allah. Karena Allah yang memberikan masalah, dan Allah pula yang memberikan solusi dengan jalan keluarnya,” tandasnya.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Wahyu Asmoro
Editor :

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya