TRENGGALEK - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini terus menyuarakan Women Support Women.
Menurutnya, perempuan yang merupakan makhluk lemah tidak boleh dipandang sebelah mata.
Karena ketika perempuan itu diberi dukungan maka dia bisa melebihi kekuatan 30 laki-laki yang ada.
"Perempuan hanya membutuhkan dukungan untuk turut andil mengembangkan sektor ekonomi dan pembangunan," kata Istri Bupati Trenggalek kepada awak media, Jum'at (12/3/2021).
Menurut Novita, perempuan merupakan makhluk yang lemah, tapi ketika perempuan itu diberi dukungan maka dia bisa melebihi kekuatan 30 laki-laki yang ada.
Dengan potensi yang dimiliki perempuan pihaknya berharap semua kalangan bisa memberikan dukungan kepada sesama perempuan yang lain.
"Saya sering melihat di sosial media atau realita yang ada di kehidupan justru perempuanlah yang rentan melakukan penghakiman terhadap perempuan yang lain," ungkapnya.
Dicontohkannya, jija ada orang yang memiliki kekurangan, justru dibicarakan dibelakang perempuan lainnya. Jadi seperti ada penghakiman dan bulian.
Karena kebanyakan, apa yang dinilai itu yang terlihat di kasat mata, padahal semua harus betul - betul mendalami satu sama lain.
"Jadi yang dibutuhkan perempuan bukanlah penghakiman melainkan dukungan," tegasnya.
Pihaknya meminta dengan adanya sepeda keren di Kabupaten Trenggalek dan perkembangan zaman sekarang ini. Bahkan digitalisasi yang sudah marak, perempuan bisa menjadi penolong pertama bagi perempun lain.
Sesuai visi misi Pemkab akan mendorong peran perempuan disektor pembangunan. Baik pembangunan ekonomi secara mikro maupun ekonomi makro.
Senada disampaikan Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin bahwa peremuan harus berdaya secara ekonomi, sehingga akan memiliki dampak yang cenderung kembali kepada kelurga.
"Entah itu perbaikan gizi keluarga maupun penambahan kualitas pendidikan anak," harapnya.
Dengan keinginan itu Pemkab melahirkan program Sekolah Perempuan maupun Musrena Keren.
Sekolah perempuan merupakan pendidikan advokasi kepada perempuan dan kelompok rentan agar berdaya secara ekonomi dan sosial kemasyarakatan.
"Sedangkan Musrena Keren sendiri mengajak oeran perempuan dan kelompok rentan untum bisa berpartisipasi di sektor pembangunan" pungkasnya.
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Wahyu Asmoro |
| Editor | : |
Komentar & Reaksi