TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten Trenggalek kembali menggelar Musrenakeren, bertempat di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Rabu (10/3/2021).
Dalam pelaksanaan Musyawarah Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin menyampaikan Trenggalek bakal menjadi daerah inklusif.
"Musrenakeren ini untuk mengakomodir partisipatif seluruh elemen masyarakat termasuk diantaranya kelompok rentan," ungkapnya saat sambutan.
Lanjut Gus Ipin sapaan akrabnya, sesuai visi yang tertuang dalam Rancangan Awal RPJMD 2021-2026, pihak terus berkomitmen mewujudkan targetnya.
Yakni Trenggalek yang Maju Melalui Ekonomi Inklusif, Sumberdaya Manusia Kreatif dan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development).
Juga untuk terus melakukan perbaikan dan pembangunan birokrasi, pelayanan masyarakat dan segi yang lainnya.
"Inklusif disini pada sektor perencanaan pembangunan daerah dibutuhkan aspirasi dan partisipasi masyarakat," ungkapnya.
Menurutnya, hal itu agar perencanaan pembangunan dapat tersusun secara sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh, dan sebagai satu kesatuan sistem perencanaan pembangunan nasional.
Sehingga semua dapat terwujud dengan adanya keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk diantaranya kelompok rentan, perempuan, anak, disabilitas dan kelompok rentan lain.
"Kami sadar akan pentingnya keterlibatan masyarakat ini," tegas Gus Ipin.
Karena Trenggalek tidak hanya mengakomodir partisipasi masyarakat melalui musrenbang saja, melainkan juga Musrena Keren guna memberikan ruang kepada kelompok rentan agar bisa berpartisipasi dalam pembangunan.
Memang belum lazim, bahkan Musrena Keren diyakini menjadi musyawarah pembangunan yang melibatkan kelompok rentan pertama kali yang ada di tanah air.
"Karena kami juga sadar tugas pembangunan bukan semata-mata tugas pemerintah melainkan tanggung jawab seluruh komponen masyarakat," papar Gus Ipin.
Sehingga, Musrena Keren sendiri menjadi satu rangkaian yang tidak terpisahkan dalam sistem perencanaan pembangunan daerah.
Tentu dengan harapan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas kepada perempuan, anak, disabilitas dan kelompok rentan lainnya untuk tidak hanya menjadi objek pembangunan.
"Juga harus menjadi subjek dan berpartisipasi aktif dalam merumuskan kegiatan dalam rangka pemenuhan hak-hak perempuan, anak, disabilitas dan kelompok rentan," pungkasnya.
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Wahyu Asmoro |
| Editor | : |
Komentar & Reaksi