TRENGGALEK - Klaster keluarga dan makan bersama menjadi penyumbang besar kasus Covid-19 di Kabupaten Trenggalek. Jumlahnya juga cukup besar, hingga ada 40 pasien positif Covid-19 dari klaster tersebut.
Hal itu disampaikan Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin, pihaknya berharap masyarakat tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan.
"Semua harus waspada saat dirumah maupun saat acara makan bersama," pinta Arifin, Selasa (5/1/2021).
Lanjut Arifin, kewaspadaan tersebut dikarenakan besarnya dua kluster yang telah terjadi, yakni klaster keluarga dan klaster acara makan bersama.
Dari tracing terhadap keluarga positif bergejala dari klaster tersebut, ditemukan banyak tambahan kasus.
"Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, tambahan sekitar 40 pasien positif," ungkapnya.
Dijelaskan Arifin, dua klaster tersebut menjadi penyumbang terbesar akhir ini karena ketika berada dirumah masyarakat sering lupa untuk mematuhi protokol kesehatan.
Karena kebanyakan merasa aman berkontak dengan keluarga sendiri. Namun bila salah satu ada yang terpapar akan sangat mudah menularkan kepada anggota keluarga yang lain.
"Bahkan terhitung hingga hari ini mungkin ada tambahan 40 pasien," terang Arifin.
Ditambahkan Arifin, selain kluster keluarga, sering terjadi juga pada kegiatan makan-makan bersama. Jadi perlu ada diantisipasi juga ketika dirumah makan, kalau bisa memilih tempat atau menjaga jarak.
"Kalau rumah makannya penuh sekiranya di diakali bagaimana supaya tidak ada penularan ketika makan bersama," pungkasnya.
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Wahyu Asmoro |
| Editor | : |
Komentar & Reaksi