SUARA INDONESIA TRENGGALEK

Masuk ke Trenggalek Pelaku Perjalanan Akan Diperiksa Rapid Antigen

Wahyu Asmoro - 24 December 2020 | 21:12
Pemerintahan Masuk ke Trenggalek Pelaku Perjalanan Akan Diperiksa Rapid Antigen
Bupati saat sidak operasi gabungan

TRENGGALEK - Pelaku perjalanan yang masuk atau yang tinggal sementara waktu di Kabupaten Trenggalek diberlakukan pemeriksaan Rapid Antigen.

Ada dua titik pemeriksaan yang disiapkan, pertama di Puskesmas Baruharjo pintu pemeriksaan dari arah Tulungagung dan di Puskesmas Pucanganak pintu pemeriksaan pelaku perjalanan dari arah Ponorogo.

"Kami dalam menjalankannya bekerjasama dengan tiga pilar melakukan operasi gabungan," kata Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin, Kamis (24/12/2020).

Lanjut Arifin, semua ini dilakukan untuk meminimalisir penyebaran Covid 19 di Trenggalek, mengingat ada kecenderungan peningkatan kasus ketika ada libur panjang.

Sekaligus Pemkab ingin memitigasi resiko penyebaran Covid melalui pelaksanaan random sampling Rapid Antigen kepada para pelaku perjalanan yang masuk ke Kabupaten Trenggalek.

"Bahkan yang mempunyai tujuan untuk menetap di Kabupaten Trenggalek beberapa waktu selama libur natal dan tahun baru," tegasnya.

Dalam pelaksanaan operasi gabungan ini terdapat beberapa target, akan tetapi tahap pertama perkelompok 50-50 orang karena ini merupakan fase pertama di pagi hari. 

Dari data sudah ada 20 orang yang masuk pengecekan dan 17 diantaranya non reaktif dan 3 masih menunggu hasil serta ada beberapa yang mengantri.

"Titiknya di Puskesmas Batuharjo dan Puskesmas Pucanganak. Besok pagi kita ke Pucanganak, kita cek juga yang disana," terangnya.

Sedangkan saat ini tengah di persiapkan perangkat Rapid Antigennya, kalau mereka reaktif dan mereka menggunakan kendaraan umum, maka harus melakukan karantina. 

"Kita pisahkan dengan pelaku perjalanan yang lain," ucapnya.

Ditambahkan Arifin, sedangkan bagi mereka yang reaktif sekeluarga dalam satu kendaraan pribadi, maka nanti kita pertimbangkan apa mungkin mereka bisa pulang ke tempat tinggal secara aman.

Kalau tidak kita akan juga katantina ditempat ini. Tentunya kita akan koordinasi karena kalau lintas daerah perlu juga koirdinasi dengan daerah asal.

"Kita sedang menyiapkan sekitar 3.000 hingga 5.000 Rapid Antigen. Bisa kita tambah, namun kita lihat dulu perkembangan hari ini," ujarnya.

Saat ini masih dilihat berapa porsentase sampling dengan yang reaktif. Kalau prosentasenya semakin besar kita akan semakin menggencarkan. 

"Atau mungkin kita nanti akan kembali memberlakukan pembatasan wilayah," pungkasnya.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Wahyu Asmoro
Editor :

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya