TRENGGALEK - Pemkab Trenggalek diminta segera merencanakan peta jaringan irigasi Bendungan Tugu Trenggalek yang merupakan proyek strategis Nasional.
Pasalnya untuk memperkuat ketahanan pangan khususnya di Trenggalek perencanaan harus segera dilakukan.
Hal itu disampaikan oleh Nurhadi Rokhmad kepada awak media. Menurutnya perencanaan itu penting dilakukan, karena kabarnya pada bulan Juli Bendungan tersebut sudah siap menampung air.
"Saya memang belum pernah mendengar secara resmi Dinas terkait atau Pemkab menyampaikan peta jaringan irigasi tersebut," ungkapnya.
Ditegaskan pengamat kebijakan publik itu, seharusnya peta jaringan atau perencanaan jaringan irigasi itu harus sudah ada.
Sehingga ketika proses pembangunan sudah selesai, selanjutnya diikuti dengan pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi untuk menunjang produktivitas pada sektor pertanian.
Dengan demikian, bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
"Salah satunya memberi kontribusi ketahanan pangan, dimana air akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani," pintanya.
Nurhadi juga menerangkan Pemkab harus bisa melihat peluang manfaat dari Bendungan Tugu tersebut.
Karena selain irigasi untuk pengairan sawah, juga bisa untuk pembangkit tenaga listrik, serta potensi pariwisata yang sangat besar.
"Peluang itu seharusnya sudah terbaca oleh Pemkab untuk segera ditindaklanjuti," imbuhnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa minta kepada Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek untuk mengawal dan segera memetakan aliran bendungan Tugu.
Bendungan yang dibangun pemerintah lewat APBN di kementerian PUPR, pasalnya bisa untuk mengairi 1.200 Hektar lahan pertanian atau persawahan.
"Tolong dikawal, karena saat ini pembangunan bendungan Tugu sudah mencapai 80 persen," pintanya.
Khofifah juga menyampaikan bahwa, pembangunan bendungan Tugu ini merupakan proyek Kementerian PU PR, dan saat ini sedang on progres pengerjaan bendungan.
Tahap fisiknya tinggal 20 persen. Bisa diperkirakan dalam tiga bulan ini bendungan akan rampung dibangun dan akan mulai diairi.
"Sehingga butuh segera dimulai pembuatan pemetaan terkait aliran air dari bendungan ke area persawahan," terangnya.
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Wahyu Asmoro |
| Editor | : |
Komentar & Reaksi