TRENGGALEK - Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof. Dr. Soeharso Surakarta tindaklanjuti hasil asesmen Tim Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) di Kabupaten Trenggalek.
Dengan menugaskan tenaga ahli seperti Psikolog, Orthotik Prostetik, Pekerja Sosial, dan Penyuluh Sosial, 80 orang dari berbagai ragam penyandang disabilitas mendapatkan bukti nyata.
dr. Ratna Sulistyowati Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Trenggalek menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindaklanjut asesmen dari tim atensi beberapa minggu lalu.
"Ada 80 orang dari berbagai penyandang disabilitas yang telah mendapatkan asesmen," ungkap dr. Ratna, Kamis (5/10/2020).
Lanjutnya, dalam pemberian bantuan ini memang harus rinci, terdata dan dipetakan, selanjutnya dari pemetaan ini BBRSPDF melakukan tindak lanjut.
Tindaklanjut seperti yang telah dilakukan kemarin yakni pendataan jumlah kebutuhan kaki palsu, dan saa ini merupakan realisasi pengukuran pembuatan kaki palsu.
"Pengukuran kaki palsu oleh tenaga ahli BBRSPDF ini masuk tahap dua,"terangnya.
Sedangkan untuk kebutuhan kursi roda, Ratna memaparkan, karena kebutuhan tidak sama, maka harus ada identifikasi pada beberapa penyandang disabilitas.
Dinsos juga telah melakukan identifikasi tentang kebutuhan keterampilan, dan alhasil BBRSPDF mengapresiasi program tersebut.
"Dengan apresiasi itu ada realisasi pelatihan untuk disabilitas untuk 69 penyandang disabilitas dari BBRSPDF," ucapnya.
Ditambahkan dr. Ratna, sebenarnya Dinsos bisa mengusulkan 100 lebih penyandang disabilitas, namun pihaknya tidak mau hanya berbicara kuantitas, karena jika pelatihan selesai tidak ada kualitas itu yang tidak diharapkan.
"Jadi yang kita pilih ini ada niat, karena juga akan ada bantuan 2 juta perorangan," tutupnya.
Senada disampaikan oleh Trianto selaku Kepala Bidang Layanan Atensi BBRSPDF menyampaikan ada dua tenaga ahli yang hadir kali ini untuk menindaklanjuti atensi yang telah dilaksanakan.
Karena kebijakan program di kementerian ini merupakan pelaksanaan atensi, diantaranya beberapa tahapan asesmen secara konherensip.
"Dari usulan Dinsos dan asesmen, kami mendatangkan tim sosial, psikolog, psioterapi yang semua tindaklanjut sesuai profesi masing-masing," tuturnya.
Trianto juga menambahkan, pada awal asesmen tim atensi ini dalam rangka untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan untuk merealisasikan hasil kebutuhan.
Dari situ tim atensi dapat melihat penyandang disabilitas di Trenggalek memerlukan kebutuhan apa saja.
Seperti kemarin, dari hasil asesmen tim atensi telah melakukan pengukuran alat batu kaki palsu kepada 7 orang penyandang disabilitas.
"Kali ini juga ada pengukuhan kaki palsu tahap dua dan konsultasi psioterapi," ucapnya.
Trianto mengimbuhkan, tim juga turun ke lapangan tepatnya di Desa ngulongkulon Kecamatan Munjungan.
Bahkan, disana juga ada beberapa penyandang disabilitas yang turut berpartisipasi melakukan konsultasi ke psioterapi dan juga ada satu anak yang memerlukan alat bantu .
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : |
| Editor | : |
Komentar & Reaksi