SUARA INDONESIA
Banner

Trenggalek Berpotensi Tsunami 20 Meter, BPBD Tingkatkan Kewaspadaan

TRENGGALEK - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengingatkan adanya potensi gempa bumi mencapai magnitudo (M) 8,7 hingga terjadinya tsunami setinggi 20 meter.

Dengan adanya peringatan tersebut nampaknya warga di wilayah pesisir Trengggalek harus waspada mengingat itu akan terjadi di pantai Jawa Timur hingga Selat Sunda.

Muh. Chudori selaku Kepala BMKG Stasiun Geofisika Nganjuk menjelaskan mengatakan hal tersebut merupakan kajian skenario terburuk yang dimungkinkan bisa terjadi.

Kajian itu untuk dilakukan antisipasi dengan berbagai persiapan dan kewaspadaan. Sehingga masyarakat di tepi pantai yang beresiko terdampak termasuk yang ada di wilayah Trenggalek bisa melakukan langkah antisipasi.

“Kami tengah menggelar rapat bersama pemerintah kabupaten untuk langkah antisipasinya," kata Chudori, Minggu (30/5/2021).

Menurutnya, kajian itu dilakukan berdasarkan grafik gempa di wilayah selatan yang menjadi lonjakan. Apalagi dari ratusan gempabumi, ada zona yang kosong alias seismic gap. 

Zona-zona kosong itu dikhawatirkan lantaran belum melepaskan energi sebagai gempa. Sehingga dari situ bisa diambil kajian kesimpulan M tertinggi yang akan terjadi hingga kemungkinan terjadinya tsunami. 

“Ini berarti bukan gempa pasti terjadi sebab saat ini belum ditemukan alat untuk memperkirakan kapan terjadinya gempa," ungkapnya.

Kendati demikian, berdasarkan trend yang terjadi, BMKG telah melakukan pemetaan dengan turun langsung ke wilayah yang kemungkinan berdampak terjadinya gempa termasuk di wilayah Trenggalek.

Dari situ BMKG memberi saran agar ada pemasangan jalur evakuasi, dan pembuatan titik evakuasi jika benar-benar terjadi tsunami. Apalagi berdasarkan prediksi, tinggi tsunami di Trenggalek bisa mencapai diatas 20 puluh meter. 

"Dengan tinggi tersebut bisa mencapai daratan sekitar enam kilometer dari bibir pantai," terang Chudori.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek Djoko Rusianto menerangkan bahwa pihaknya telah melakukan tindak lanjut usai mendapat kabar akan kajian tersebut dari BMKG.

Tindaklanjut itu guna mempersiapkan kemungkinan bencana tersebut kapan saja terjadi. Dengan panjang pantai di Trenggalek mulai dari panggul sampai watulimo sekitar 98 km antisipasi harus dilakukan.

Maka pihaknya langsung menghubungi para Kader Tanggap Tsunami (Katsumi) dan para camat di pesisir selatan yang berada di berbagai daerah untuk tetap melaksanakan kewaspadaannya.

“Langkah antisipasi sudah kami lakukan, membentuk Katsumi yang telah memiliki keterampilan melakukan tanggap bencana jika bencana itu benar-benar terjadi," ucap Joko.
 

Apa Reaksi Anda?